RSS

jenis-jenis batuan dan tipe gunung berapi

02 Jan

Tipe-Tipe Gunung Api

 

Gunung api merupakan bukit-bukit berbentuk kerucut atau pegunungan yang terbentuk di dekat ventilasi yang terhubung ke sebuah reservoir magma. Tipe-tipe dari gunung api dipengaruhi oleh faktor utama adalah jenis magma. Sehingga dari bentuk gunung api yang terlihat dapat diidentifikasi jenis magma secara umum. Berikut ini beberapa tipe gunung api yang terbentuk oleh masing-masing jenis magma yang berbeda-beda.

Stratovolcano seperti kerucut dengan sisi yang curam. Tipe gunung api ini terbentuk pada letusan besar yang terdiri dari aliran lava, tefra, dan aliran piroklastik. Letusan besar terjadi karena komposisi magma yang sangat kental. Magma rhyolitic yang kaya dengan silika terdistribusi pada daerah lempeng benua terutama pada zona subduksi. Pada saat pembentukan gunung api ini berdasarkan berada di daerah lempeng benua.

Cinder cone merupakan bukit berbentuk kerucut yang curam terbentuk di atas ventilasi magma. Cinder cone biasanya terbentuk oleh letusan sejenis Strombolian. Cinder cone dibangun dari lava fragmen-fragmen yang disebut abu vulkanik. Tipe gunung api ini jarang memiliki tinggi hingga 250m.

Shield volcano merupakan jenis gunung api terbesar di dunia. Tipe ini terbentuk dari aliran lava basalt dan memiliki kemiringan yang landai. Gunung api ini tidak menghasilkan letusan yang besar karena magma yang dikeluarkan memiliki sifat encer. Magma basalt dengan viskositas rendah ini biasa muncul di daerah hotspot tengah samudera dan daerah batas lempeng divergen. Tipe gunung api ini lebih sering muncul di tengah samudera.

Mud volcano merupakan jenis gunung api terkecil di dunia. Tipe ini hanya memiliki tinggi 2-3 meter. Gunung api ini terbentuk dari campuran air (panas) dan sedimen yang berasal dari erupsi gunung api besar disekitarnya. Suhu pada pembentukan tipe gunung api ini lebih rendah. Material yang dikeluarkan seperti bubur halus dalam cairan seperti air dan hidrokarbon cair.

Lava dome terbentuk karena pendinginan lava kental yang keluar dari ventilasi gunung api. Lava kental ini mengalir dengan perlahan, jadi lava lebih cepat membeku dengan perpindahan dalam jarak yang pendek dari sumber letusan. Lava-lava yang telah membeku membentuk tumpukan seperti kubah kecil.

Caldera merupakan sebuah kawasan runtuhnya gunung api. Sebuah keruntuhan dipicu oleh pengosonganmagma di bawah gunung berapi, biasanya sebagai hasil dari letusan besar gunung api.  Keruntuhan ini dapat terjadi pada saat letusan dahsyat atau pun letusan yang bertahap dari serangkaian letusan. Reruntuhan tersebut akan menutupi jalur magma sebelumnya, sehingga magma akan mencari jalur baru dan biasanya fracture-fracture yang mengarah ke lingkaran pinggiran reruntuhan (caldera) tersebut. Sehingga muncul ventilasi vulkanik sekunder di sekeliling caldera.

Volcanic fissure vent merupakan tempat keluar lava yang melalui retakan-retakan yang diterobos oleh lava. Tipe vulkano ini tidak memiliki kawah utama sama sekali. Lava yang keluar merupakan lava yang sangat cair sehingga menyebar jauh dan luas.

Kompetensi Dasar : 

  1. Mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan, dan dampaknya terhadap kehidupan.

Daftar isi

[sembunyikan]

Jenis Batuan

[ Oleh Karismanto Rahmadika, murid SMP Negeri 14 Bandung ]

Lapisan litosfer (lapisan kerak bumi) terdiri dari berbagai jenis batuan yang semua terbuat dari pembekuan magma. Karena adanya proses endogen dan eksogen batuan terbagi jadi tiga jenis, sebagai berikut.

Batu beku

Batuan beku terbentuk karena pembekuan magma.

  1. Batuan yang beku di dalam bumi disebut batuan intrusiva (batuan beku dalam)
  2. Batuan yang beku di permukaan bumi disebut batuan ekstrusiva (batuan beku luar)
Contoh batu beku
Granit

Granit

Obsidian

Obsidian

Obsidian tembus pandang

Obsidian tembus pandang

Diorite

Diorite

Granit Obsedian abu-abu Obsedian Diorite

Batu Sediman

Batuan sedimen/endapan terbentuk oleh batuan beku yang tererosi (terkikis), kemudian mengalami proses pengangkutan lalu diendapkan di tempat lain
Batuan sedimen dibedakan oleh jenis zat pengangkutnya, yaitu :

  1. Batu sediman aeolis : batuan hasil proses pengangkutan oleh angin
  2. Batu sediman aluvial : batuan hasil proses pengangkutan dan pembentukan oleh air yang mengalir. Contoh : delta di muara sungai
  3. Batu sediman marin : batuan hasil proses pengangkutan dan dibentuk oleh air laut. Contoh : sand-dune di pantai
  4. Batu sediman glasial : batuan hasil proses pengangkutan dan pembentukan oleh gletser atau es yang mengalir
Contoh batuan sedimen
Konglomerat

Konglomerat

Gipsum

Gipsum

Kristal Garam

Kristal Garam

Batu Pasir

Batu Pasir

Konglomerat Gipsum Kristal Garam Batu Pasir

Batuan Melihan

Batuan melihan (batu metamorf), terbentuk dari batu yang mengalami proses perubahan suhu dan tekanan dalam waktu yang lama,
misalnya batu kapur (gamping) berubah menjadi batu marmer (pualam). Batu melihan bisa dibedakan dari strukturnya menjadi:

  1. Berlapis (foliated)
  2. Tak berlapis (non foliated)
Contoh batuan melihan
Phyllite

Phyllite

Marmer

Marmer

Batu melihan foliated: phylite Batu melihan non foliated: marmer
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 2, 2013 in Uncategorized

 

2 responses to “jenis-jenis batuan dan tipe gunung berapi

  1. adlan za

    Oktober 2, 2013 at 5:33 am

    Makasih postingannya… dapat dijadikan referensi
    Salam kenal

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: